Welcome Google Navigator, Good bye Waze

Posted: July 20, 2013 in Uncategorized

Siang itu setelah mengantarkan pesanan ke salah satu restoran di Jakarta, saya segera membuka Google Maps di tablet Samsung Galaxy Tab 2 saya. Sore itu saya ada undangan buka bersama bapak Jusuf Kalla di kantor Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia di jalan Borobudur 22 Menteng, Jakarta Pusat.

Untuk petunjuk arah, saya biasa mengandalkan aplikasi Waze yang sudah sangat baik dan nyaman digunakan. Namun itu sebelum saya melakukan update terbaru. Setelah Waze saya update beberapa minggu yang lalu, Waze lebih sering crash dan nutup sendiri sehingga sudah tidak bisa saya pakai, sekalipun sudah saya install ulang.

Maka di siang itu, setelah saya mendapatkan posisi Jalan Borobudur 22 menteng, seperti biasa saya tekan ikon gambar panah atau direction. Namun ada tampilan yang berbeda setelah itu. Tiba-tiba layar Google Navigation muncul dan menunjukkan arah jalan yang harus saya lalui untuk sampai di tujuan.

Wow…senang bukan main saya. Karena sudah beberapa kali dan sudah lama saya coba aplikasi Google Navigation yang menjadi aplikasi bawaan tablet Samsung ini, namun selalu error dengan keterangan bahwa Google Navigation belum bisa digunakan untuk jalanan Indonesia.

Setelah saya coba untuk pertama kalinya, Google Navigation ini memang lebih simple (atau bahkan masih terlalu simple) jika dibanding aplikasi petunjuk jalan lainnya seperti Waze misalkan.

Kekurangan Google Navigation yang saya rasakan :
1. Volume suara navigator nya tidak bisa di perkecil atau di perbesar. Sehingga tape musik di mobil terpaksa dimatikan, karena harus diganggu juga dengan suara dari luar mobil.
2. Petunjuk jalannya terlalu sederhana, hanya menginformasikan Jalan Lurus, Belok Kanan, Belok Kiri, Putaran Jalan, dan jalan bersimpang. Sementara saat menghadapi kondisi jalan di Indonesia yang banyak sekali pertigaan atau perempatan jalan, tidak ada petunjuk dari navigator, sehingga cukup membingungkan saya saat melewati perempatan jalan. Waze terkadang menginformasikan kita untuk "tetap lurus" saat kita menghadapi perempatan jalan.

Sementara kelebihan Google Navigation yang tidak saya temukan di aplikasi sejenis :
1. Sekali klik untuk melihat rute jalan secara keseluruhan. Sementara di Waze, kita harus mencubit layar atau tekan zoom out peta beberapa kali.
2. Terintegrasi dengan setting Google Maps di tablet kita, termasuk titik lokasi yang sudah kita tandai. Sementara Waze, tidak terintegrasi dengan aplikasi Google Maps. Sehingga saat ada titik lokasi yang sudah kita tandai di Google Maps, kita harus mencari ulang lokasi tersebut di Waze, dan kadang lokasi tersebut tidak di temukan.

Saya tidak tahu persis sejak kapan Google Navigation ini berfungsi untuk melihat jalanan Indonesia. Namun yang pasti, versi Android di Samsung Galaxy Tab 2 saya telah di upgrade menjadi versi 4.1.2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s